Di episode sebelumnya, kemarin Kania menghasilkan konferenmsi persnya menjadi kacau, Itu menghasilkan Bu Gayatri murka besar kepadanya. Kekacauan itu sebab Ia menyaksikan Ibunya datang, tetapi tak berhasil di saat mencarinya tak berhasil menemukannya, sebab Arya keburu menenteng Bu Wati ke tempat tinggal sakit lagi.
Reinhart menjajal menghibur Kania yang sedang duka dengan mengajaknya jalan dan Ia mulai ceria lagi. Saat mengirim pulang Ia terjatuh dari jendela dan tangannya terluka sampai ada ukiran darah.
Reinhart menjajal membantu Kania dengan masuk melalui jendela. Reinhart menyaksikan banyak bunga mata hari di kamar Kania. Ia kemudian berencana untuk besok beli banyak bunga matahari agar Kania terhibur.

Topeng Kaca 23 Juni 2019
Tak cuma itu Episode kemarin Amara menghendaki Pak Rudi untuk tidak memberdayakan Safira.
Namun SAFIRA BERMIMPI, seorang tim kru bikinan ingin Safira jadi bintang film utama, Ia jadi artis kiprah utama yang hebat. (Awalnya Admin kira juga beneran, ternyata mimpi)

Dito siap untuk berangkat, tetapi pak Rudi menelpon dan menyampaikan jikalau Safira gak usah tiba ke lokasi syuting.
Baca juga: Sinopsis Topeng Kaca SCTV Hari Ini Sabtu, 22 Juni 2019 Episode 13
Dito mengatakan perihal hal itu pada Fira, Walaupun gak keterima, Safira ingin ikut Dito dan mengomong pribadi dengan pak Rudi. Akhirnya mereka berdua berangkat bareng.

Dito tiba-tiba perutnya sakit, Dia menampilkan ruangan Pak Rudi pada Fira, dan Ia berjanji akan menyusulnya.
Sementara itu sutradara Kania memperoleh panggilan dari Gayatri, Dia mesti keras dengan Kania.

Kania masih menghafal tetapi sutradara marah-marah. Kania dipaksa untuk mengambil take segera, padahal Dia belum hafal bener.
Adegan syuting dimulai.

Gara-gara disuruh cepat-cepat, Ia jadi belum hafal bener naskahnya.
Sutradara menghentikan mengulang-ulang adegan sampai Ia kesel terhadap Kania yang tak bisa.
Ia kemudian mengunjungi Kania dan menyampaikan “Kamu ini gimana sih, Dialognya gak hafal-hafal? Kania minta maaf jikalau tadi tiba-tiba Ia lupa dengan obrolan yang mesti Ia ucapkan.

Pria itu memarahi Kania dan menyampaikan jikalau kerja mesti konsisten dong, jikalau kemarin baik hari ini juga mesti baik. Gimana ratingnya mau konsisten jikalau Kamu kerjanya seperti, ujar Abang sutradara.
Kania mengucapkan minta maaf sekali lagi, Kania coba lagi ya Bang, ujar si Kania. Abangnya kemudian murka dan menjawab dengan nada keras, “Jangan iya-iya doang, kerjain dong!”

Kania merasa sedih. Kemudian Rein tiba ke lokasi syuting dan menyampaikan “Bang, kasihan dong jikalau Kania dimarahin menyerupai itu”

Sutradaranya murka dan menghalau Reinhart.
Setelah selesai, Kania duka di dingklik taman, Reinhart tiba dan menjajal menenangkan Kania.

Amara tiba dan menyaksikan berdua sedang bersama. Ia merasa cemburu menyaksikan kedekatan Reinhart yang begitu peduli dengan Kania.

Fira tiba menemui Rudi dan Amara menguping obrolan mereka. Fira berupaya minta kerja apa saja pada Bang Rudi, Dia menyampaikan maaf jikalau Dia tak sanggup bantu.
Amara sungguh bahagia sebab mendengar Dia tak sanggup di terima disini. Bang Rudi kemudian mengatakan, Gini saja, nanti jikalau ada lowongan akan Ia kabari.
Kemudian Fira pamit, di saat pulang Ia menyaksikan Kania.

Dia jadi semangat menyaksikan Kania yang berhasil jadi artis, Dia kembali lagi ke Bang rudi, tetapi Ia mendengar Amara sedang mengatakan dengan Fira yang mengatakan, agar tidak mendapatkan fira kerja disini.
Fira pulang dengan sedih, Dia mulai depresi lagi.
Kania berlangsung di daerah Safira bahwa hari ini harinya buruk, dalam hati Ia juga bergumam jikalau Ia kangen banget sama Fira. Mereka berdua tak sempat menyaksikan satu sama lain, Fira keburu naik angkot.

Safira pulang ke rumah, setelah Dito pulang, Ia menceritakan seluruhnya jikalau Amara yang menjadikannya tak sanggup kerja. Lalu Fira tidak ingin mengalah begitu saja.
Bagaimana caranya agar Dia tetap sanggup di terima kerja disana tanpa dipahami Amara, kemudian Safira berdandan dengan performa berlawanan sampai Dito tak mengenalinya.

Dito akan meminjam identitasnya agar penyamaran Fira sempurna. Saat mereka balik mau makan, Fira tersandung dan Dito menyelamatkan, situasi makin bikin baper nih antara Fira dan Dito.
Bu Wati terjaga dan menjajal melarikan diri lagi. Namun Pintunya terkunci.

Ia pingsan dan jatuh ke lantai. Dokter tiba dan memeriksanya. Lalu Bu Wati mengatakan, tolong aku Dok, Saya tidak ingin disini. Saya ingin menemui anak saya.
Dokter mengatakan, jikalau keadaan kesehatan Ibu masih melemah. Lalu Bu Wati pingsan lagi.

Keesokan hari, Reinhart menjemput Kania dan mengajak berangkat bareng.
Sekarang nama, Fira bukan Safira, tetapi Lala. Mereka tiba ke lokasi syuting bersama.

Tak sengaja, Safira menabrak Amara, Namun Amarah emosi dan marah-marah. Dia tak mengetahui penyamaran Safira selaku Lala. Fira sungguh senang.
Arya memerintahkan ajun gres untuk melakukan tugas-tugas Dita, sebab Dia sudah mengundurkan Diri.
Kania dan Rein tiba bersama, Arya menyaksikan itu dan Dia nampak tak senang. Reinhart mempersiapkan pers conference untuk Kania, Dia sungguh senang.

Ia dalam hati mengucap, Reinhart sok Hero sekali.
Reinhart menampilkan kado baju dan sepatu untuk Kania. Melihat kebaikan Reinhart, Dia sungguh bahagia sekali.

Aria yang masih menyaksikan Kania dan Rein kian cemburu dan merasa sebel. Dito kemudian memperkenalkan Lala terhadap tim kru untuk bekerja.

Fira menyaksikan Kania dan Rein sungguh romantis banget. Dia seneng liat Kania. Sementara itu, kelihatannya Kania mengenal perempuan itu.
Kania mendekat dan bertanya, apakah kita sudah pernah berjumpa sebelumnya? Lalu Dito yang menjawab, jikalau Dia merupakan kru baru. Mereka berdua kemudian permisi dan meninggalkan kania.
Arya sanggup telpon penting dari rumah sakit Bu Wati di rawat.
Saat yang bersamaan, Fira menyaksikan Arya, Dia membayangkan di saat Ia terjatuh dari jembatan. Dia ingin memberi perkiraan pada Arya.

Lalu Dito menyarankan agar menahan emosinya, agar penyamarannya tidak ketahuan.
Fira mendengar Arya mengatakan perihal Ibu Wati. Hal tersebut menghasilkan Safira makin penasaran, Kok sanggup Dia berafiliasi dengan Ibunya.
Fira jadi kasihan pada Ibunya, Dia ingin menemui Ibunya di rumah sakit lama.

Arya tiba ke tempat tinggal sakit bareng asistennya, Dokter meminta Arya menenteng anaknya kesana.
Bu Wati dalam keadaan kritis, Dokter berupaya keras menyemalatkan hidupnya.

Arya membisikkan ke Bu Wati, jikalau Ia kesepakatan akan mempertemukan Kania jikalau Ibu sembuh.
Bersambung.
*Mohon maaf jikalau banyak Typo pengetikan dan tulisan*
Silahkan lewati komentar di bawah ini ya!
Baca juga: Sinopsis Cahaya Terindah Hari Ini Minggu, 23 Juni 2019 Episode 32
Sinopsis selanjutnya akan di tulis setelah Admin menonton sinetron topeng beling sctv besok 24 juni 2019 ya!
Nonton Online Topeng Kaca SCTV Episode 14
Live Streaming Topeng Kaca SCTV Hari ini 23 Juni 2019
All images credit and content copyright : SCTV